Kamis, 27 Oktober 2016

Wisata Banjarmasin




1. PANTAI JORAS


http://ngadem.com/wp-content/uploads/2016/04/Pantai-Joras-Tanah-Laut-Kalimantan-Selatan-foto-dari-@evanfr.jpg    
Pantai Joras terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Di tempat ini, kamu bisa sejenak bersantai, menikmati hamparan pasir pantai yang cukup luas, atau melihat keindahan Pantai Joras dari ketinggian menara mercusuar. Tapi, buat kamu yang ingin melihat pantai ini dari ketinggian mercusuar, kami sarankan agar kamu lebih berhati-hati. Soalnya, menara mercusuar ini tidak dilengkapi pelindung/ pengaman tubuh yang cukup memadahi. Dan jikalau kamu takut ketinggian, lebih baik kamu gak usah coba-coba, deh. Soalnya bahaya banget. Nah, untuk biaya masuknya, dibandrol dengan harga Rp. 8000,00/ orang. Masih ditambah lagi dengan biaya parkir sebesar Rp. 3000,00/ motor dan Rp. 5000,00/ mobil.

2. PANTAI SUNGAI PAMPAN

 
Pantai Sungai Pampan sebenarnya masih satu garis dengan Pantai Joras. Akan tetapi, karena pihak pengelolanya berbeda, maka kedua pantai ini pun mempunyai nama yang berbeda pula. Nah, kalau kamu mau ke sini, lebih baik kamu menitipkan kendaraanmu ke salah satu tempat parkir yang ada di Pantai Sungai Pampan atau Pantai Joras. Ingat, pilih salah satu saja! Kalau kamu pengin pindah suasana, kamu tinggal jalan aja, deh. Biar gak terlalu mahal diongkos, Genks. Oke? Ohya, harga biaya masuknya masih sama, kok. Makanya kamu tinggal pilih salah satu aja.


 3. Main-Main Sama Monyet Imut di PULAU KEMBANG




 Pulau Kembang merupakan sebuah delta yang terletak di tengah Sungai Barito. Tepatnya berada di Pulau Alalak, Kecamatan Alalak, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Uniknya, tempat wisata ini menjadi habitat monyet dan beberapa jenis burung. Menurut warga sekitar, di pulau ini juga terdapat seekor monyet besar yang merupakan raja monyet. Makanya, jangan pernah mengganggu monyet-monyet yang ada di sini kalau tak ingin berurusan dengan Si Raja Monyet! Hehehe. Ohya, kami sarankan lagi, agar kamu lebih berhati-hati dan menjaga barang bawaanmu, ya. Meskipun monyet-monyet ini terlihat lucu dan menggemaskan, tapi mereka juga sering usil. Jadi, sebaiknya kamu lebih berwaspada, Genks!

 4. Sambangi Juga Pulau Samber Gelap yang Tiada Duanya


 


Letak Pulau Samber Gelap dan Pulau Birah-Birahan sebenarnya cukup berdekatan. Tepatnya berada di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Untuk mengunjungi pulau ini, kamu bisa memulai perjalananmu dengan menyewa sebuah speedboat dari Pelabuhan Samudera, Kabupaten Batulicin. Jarak tempuhnya sekitar 2 jam perjalanan. Tapi, kalau kamu berangkatnya dari pusat Kota Banjarmasin, maka kamu memerlukan waktu yang lebih lama lagi, yakni sekitar 12 jam perjalanan. Ohya, kami sarankan agar kamu berkunjungnya pas di bulan April, Mei, Oktober, November, atau Desember, ya. Karena, pada saat itu anginnya cukup bersahabat.
Sesampainya di pulau ini, kamu akan mendapati pasir pantai yang lembut serta gelombang ombak yang tidak terlalu besar. Keadaan air lautnya pun cukup jernih, dan pemandangan bawah lautnya pun mengagumkan sekali, maka tak mengherankan jika tempat ini menjadi favorit para penyuka diving dan snorkeling. Menariknya lagi, di sini juga terdapat tempat konservasi penyu. Cukup lengkap, kan? Ohya, untuk biaya masuknya pun cukup murah, yakni sebesar Rp. 10.000,00/ orang.

 5. Nikmati Pesona Sunset di Danau Baruh Bahinu

  
Seperti namanya, Danau Baruh Bahinu terletak di Desa Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Danau ini sebenarnya merupakan kawasan rawa-rawa yang cukup luas. Tapi sayangnya, sebagian besar permukaannya ditutupi oleh tanaman eceng gondok dan berbagai tanaman air lainnya. Di sini juga terdapat sebuah jembatan kayu dan beberapa pelataran beratap yang menyerupai dermaga. Di tempat itulah biasanya para kawula muda setempat menghabiskan waktunya untuk menyaksikan sunset/ matahari terbenam. Karena memang, tempat ini menyuguhkan pemandangan yang romantis abis. Selain itu, kamu juga bisa menyewa sebuah perahu bebek untuk mengelilingi kawasan ini. Masih kurang apa lagi, coba? Ohya, untuk memasuki obyek wisata ini, kamu diwajibkan untuk membayar mahar sebesar Rp. 10.000,00. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya parkirnya.

Rumah Baanjung

RUMAH SUKU KHAS BANJARMASIN

 
Image result for rumah baanjung
Rumah Baanjung



Rumah Baanjung (Ba'anjung) adalah nama kolektif untuk rumah tradisional suku Banjar dan Suku Banjar biasanya menamakan rumah tradisonalnya dengan sebutan Rumah Banjar atau Rumah Bahari.
Umumnya, rumah tradisional Banjar dibangun dengan beranjung (bahasa banjar: ba-anjung), yaitu sayap bangunan yang menjorok dari samping kanan dan kiri bangunan utama, karena itulah disebut Rumah Ba'anjung (ber-anjung).
Anjung merupakan ciri khas rumah tradisional Banjar, walaupun ada pula beberapa jenis Rumah Banjar yang tidak beranjung. Rumah tradisional Banjar pada umumnya beranjung dua yang disebut Rumah Ba-anjung Dua, namun kadangkala rumah banjar hanya hanya beranjung satu, biasanya rumah tersebut dibangun oleh pasangan suami isteri yang tidak memiliki keturunan.
Sebagaimana arsitektur tradisional pada umumnya, demikian juga rumah tradisonal Banjar berciri-ciri antara lain memiliki perlambang, memiliki penekanan pada atap, ornamental, dekoratif dan simetris.
Rumah tradisional Banjar adalah jenis rumah khas Banjar dengan gaya dan ukirannya sendiri sejak sebelum tahun 1871 sampai tahun 1935. Pada tahun 1871, pemerintah kota Banjarmasin mengeluarkan segel izin pembuatan Rumah Bubungan Tinggi di kampung Sungai Jingah yang merupakan rumah tertua yang pernah dikeluarkan segelnya.
Jenis rumah yang bernilai paling tinggi adalah Rumah Bubungan Tinggi yang diperuntukan untuk bangunan Dalam Sultan (kedaton) yang diberi nama Dalam Sirap. Dengan demikian, nilainya sama dengan rumah joglo di Jawa yang dipakai sebagai kedhaton (istana kediaman Sultan).
Keagungan seorang penguasa pada masa pemerintahan kerajaan diukur oleh kuantitas ukuran dan kualitas seni serta kemegahan bangunan-bangunan kerajaan khususnya istana raja (Rumah Bubungan Tinggi). Dalam suatu perkampungan suku Banjar, terdapat berbagai jenis rumah Banjar yang mencerminkan status sosial maupun status ekonomi sang pemilik rumah. Dalam kampung tersebut, rumah dibangun dengan pola linier mengikuti arah aliran sungai maupun jalan raya terdiri dari rumah yang dibangun mengapung di atas air, rumah yang didirikan di atas sungai maupun rumah yang didirikan di daratan, baik pada lahan basah (alluvial) maupun lahan kering. Rumah Banjar terdiri Rumah Banjar masa Kesultanan Banjardan Rumah Banjar masa kolonial.
          

Kuliner Banjarmasin

warung-warung kuliner
Bagi anda berkunjung ke Banjarmasin lalu ingin menikmati berbagai masakan khas Banjar, inilah beberapa lokasi yang seingat penulis untuk bisa dikunjungi.
  • seperti longtong Banjar yang paling dikenal adalah lontong orari terletak di Jalan Pahlawan atau Kampung Melayu Banjarmasin, serta beberapa lokasi lain dipinggir jalan.
         Image result for lontong banjar
  • Soto Banjar juga menyebar di mana-mana tetapi paling dikenal adalah Soto Yana Yani Sungai Jingah, atau soto Bang Amat dan soto Bawah Jembatan Banua Anyar. Soto Banjar yang juga enak sambil menikmati di atas sungai berada di tengah Pasar Terapung.
          Image result for sotobanjar
  • Makanan karih kambing terkenal adalah warung Mami Pasar Ujung Murung serta beberapa tempat lain.
          Image result for kari kambing banjarmasin
  •  Itik Panggang juga menyebar dimana-mana tetapi paling banyak dikunjungi warung Ma Haji pertigaan Jalan Jati.
           Image result for itik panggang banjarmasin
  • Masakan laksa, serabi, lupis, dan kue 41 macam bisa dinikamati di beberapa lokasi pasar ahad Kertak Hanyar.
           Image result for serambi lapis banjarmasin
  • Sementara masakan Banjar secara umum, atau paling lengkap ada gangan waluh, sambal acan, papuyu dan haruan baubar, urap iwak bapais, iwak basanga adalah warung Idah Jalan S Parman, Warung Kaganangan dan Cendrawasih di Kertak Baru, warung Sederhana Pelabuhan Trisakti dan beberapa lokasi lainnya.
  • lokasi lain selain di Banjarmasin juga terdapat di beberapa lokasi di kota-kota Kalsel, kalau menyusuri jalan trans Kalimantan arah Kaltim maka akan ketemu di sentra warung makan masakan Banjar di Pulau Pinang, Binuang, atau Tambarangan.

Pakaian Banjarmasin

Jika anda berkunjung ke wilayah Banjarmasin, maka salah satu fashion item yang tidak boleh anda lewatkan sebagai oleh-oleh untuk keluarga tercinta adalah kain sasirangan. Sekilas, kain ini tidak jauh beda dari batik jumputan khas Yogya, hanya saja motifnya berbeda. Seiring perkembangan zaman, model baju sasirangan juga ikut berkembang. Bahkan, kini kain eksklusif ini tidak hanya bisa diperoleh oleh orang yang berkunjung ke Banjarmasin, dan tidak lagi digunakan pada acara-acara adat Suku Banjar saja.
      
               


Gamis sasirangan Iris Gagatas
 Gamis sasirangan Iris Gagatas

 Sebenarnya, masih banyak motif lain yang digunakan untuk berbagai model baju sasirangan. Misalnya adalah motif cempaka sadewa yang dikembangkan baru-baru ini, motif hiris gagatas, motif Daun Jaruju, Tampak Manggis, Bintang, Kulat Karikit, dan lain-lain. So, jika anda berkunjung ke Banjarmasin, tidak ada salahnya ‘hunting’ kain sasirangan untuk menambah koleksi anda.

Kamis, 13 Oktober 2016

Khas Banjar

Apabila anda berkunjung ke Kalimantan Selatan khususnya Banjarmasin, maka kurang lengkap rasanya bila belum mencicipi kulinernya. Salah satu yang terkenal adalah Soto Banjar.
Apakah Soto Banjar itu? Yuk kita cari tahu di sini.

Soto Banjar adalah salah satu masakan tradisional dari Kalimantan selatan, kususnya Banjarmasin. Soto Banjar merupakan salah satu kuliner yang terkenal di Indonesia. Berbeda dengan soto lainnya di Indonesia, soto ini memiliki keunikan dalam penyajian dan cita rasanya.
Soto Banjar ini menggunakan ayam kampung sebagai bahan utamanya. Bumbu yang di haluskan berupa bawang merah, bawang putih, merica. Bumbu rempah yang di gunakan berupa kapulaga, cengkeh, kayu manis dan pala. Pada proses pembuatannya, ayam di rebus bersama garam, daun salam dan jahe hingga empuk. Setelah ayam empuk lalu di angkat, kemudian bumbu yang di haluskan dan bumbu rempah tadi di tumis hingga harum kemudian di masukan kedalam air kaldu. Campuran bumbu yang di tumis dan kaldu ayam tadi akan memberikan aroma dan cita rasa yang sedap pada kuah Soto Banjar.

Soto Banjar berbeda dengan soto di Indonesia pada umumnya. Berbagai bahan pelengkap yang di gunakan seperti mie soun, ketupat yang di potong kecil, irisan telur rebus, perkedel kentang, daun bawang dan batang seledri. Pada proses penyajiannya, ayam yang sudah di matang tadi disuwir – suwir. Kemudian mie soun, perkedel kentang dan ketupat tadi di siapkan kedalam mangkok bersama ayam yang di suwir tadi. Tidak lupa taburkan irisan batang seledri  dan daun bawang. Kemudian bahan yang sudah di masukan kedalam mangkok tersebut di siram dengan kuah. Untuk menabah cita rasa, kita bisa menggunakan jeruk nipis, bawang goreng, sambal dan kecap manis.
Cita rasa dari Soto Banjar ini memang unik. Rasa gurih dari kaldu dan bumbu yang menyatu dalam kuah soto memberikan cita rasa yang kuat pada Soto Banjar ini. Selain itu perpaduan bahan pelengkap yang bermacam - macam tadi membuat sensasi yang berbeda saat menyantapnya. Menu satu ini sangat nikmat ketika di santap saat siang hari yang panas, di temani dengan kerupuk dan teh manis membuat makan siang anda lebih nikmat.

Ini Bedanya Soto Banjar dengan Soto Lainnya

Ini Bedanya Soto Banjar dengan Soto Lainnya


SAMA seperti daerah lainnya, di Banjar, Kalimantan Selatan pun memiliki soto khas, yaitu soto banjar. Berbeda dengan soto dari deerah lainnya, ini ciri khas dari soto khas Banjar.
Rusmini, pemilik gerai soto khas Banjar mengatakan, soto banjar memiliki ciri khas sendiri yakni dalam penggunaan bumbu dan cara menikmatinya. "Resepnya agak beda, kalau soto banjar pakai cengkih dan kapulaga. Rapi tidak dihaluskan, hanya direbus dan diambil sarinya," jelas Rusmini, kepada Okezone di Festival Kuliner Banjar, Bekasi.



Bumbu dasar yang digunakan untuk hidangan soto banjar ini hampir mirip dengan soto lainnya. Yakni kuah kaldu, bawang merah, bawang putih dan lada. Kendati demikian, aroma soto khas Banjar memiliki aroma khas dari cengkih dan kapulaga yang direbus bersamaan.
 Selain itu, campuran soto khas Banjar juga sedikit berbeda. Karena menggunakan perkedel kentang sebagai tambahan topping. Lanjut Rusmini, biasanya makanan berkuah ini dinikmati tidak dengan nasi, tapi dengan lontong.
 "Soto banjar sebenarnya seperti clear sup. Orang sana (Banjar-red) biasa makan pakai ketupat atau lontong,"